"Sesungguhnya tiap mukmin itu bersaudara" ( Qs. Al-Hujjarat 11) - Sambung Silaturahmi, pererat ukhuwah...
 
     
   
 
Bergabung Dan Bersilaturahiim Dengan Sahabat Muslim Lainnya Di Ruang Ta'aruf


 
 
   
 




Sahabat Terbaru
Muhammad Wahyu Surono
whysurono@yahoo.com

Tamu Terbaru
eci imutz
ara_cut3s@yahoo.co.id

Pesan Terbaru
maudin kadir
maudinkadir@ovi.com

File Download Terbaru
  • Ebook : Mengenal Lebih Dekat Mengenai Nabi dan Rosul
  • Audio : Tata Cara Berwudlu bag-2
  • Audio : Tata Cara Berwudlu bag-1
  • Koleksi Gambar dan Wallpaper Islami
  • Detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah
  • Audio Kajian - Dahsyatnya Api Neraka-2
  • Audio Kajian - Dahsyatnya Api Neraka-1
  • Adab Bagi Penuntut Ilmu
  • Terjemah Al-Ushuluts Tsalatsah
  • Buku Ilmu Tajwid


    • User Online : 486
    • User Terdaftar : 1676




    Jika web komunitas ikhwanmuslim mengadakan temu silaturahmi secara offline, apakah tertarik ?

    Sangat Tertarik, dan Insya Allah Hadir
    Tertarik
    Ikut Mendukung
    Saat ini Tidak tertarik, dan tidak bisa hadir

       Lihat Hasil



    Click here to join ikhwanmuslim
    Klik Di sini untuk bergabung dengan millis Ikhwanmuslim

     
     
    Diposting oleh admin, Senin, 08 Feb 2010 11:26:20, di Kategori: Tauhid & Aqidah
    Sebab-sebab Penghapus Dosa
    Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan:
    “Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya.

    Sebagian salaf mengatakan: ‘Dahulu setelah Nabi Dawud ‘alaihissalam bertaubat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan. Barangsiapa yang ditakdirkan untuk bertaubat maka dirinya seperti yang dikatakan Sa’id ibnu Jubair radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan amalan kebaikan, bisa jadi dengan sebab amalan kebaikannya itu akan memasukkannya ke dalam neraka. Bisa jadi pula seorang hamba melakukan amalan kejelekan akan tetapi membawa dirinya masuk ke dalam surga. Hal itu karena ia membanggakan amalan kebaikannya. Sebaliknya, hamba yang terjatuh ke dalam kejelekan membawa dirinya untuk meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahan-kesalahannya.”

    Telah disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

    الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ
    “Amal-amal (seorang hamba) tergantung amalan-amalan yang dikerjakan pada akhir kehidupannya.”

    Sesungguhnya kesalahan/dosa seorang mukmin akan dihapuskan dengan sepuluh sebab, sebagai berikut:

    1. Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya. Karena seseorang yang bertaubat dari sebuah dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.
    2. Meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya.
    3. Mengerjakan amalan-amalan kebaikan, karena amalan-amalan kebaikan akan menghapuskan amalan-amalan kejelekan.
    4. Mendapatkan doa dari saudara-saudaranya yang beriman. Mereka memberikan syafaat kepadanya ketika masih hidup dan sesudah meninggal.
    5. Mendapatkan hadiah pahala dari amalan-amalan saudara-saudaranya yang beriman agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan manfaat kepadanya dari hadiah tersebut.
    6. Mendapatkan syafaat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    7. Mendapatkan musibah-musibah di dunia ini yang akan menghapuskan dosa-dosanya.
    8. Mendapatkan ujian-ujian di alam barzakh yang akan menghapus dosa-dosanya.
    9. Mendapatkan ujian-ujian di padang Mahsyar pada hari kiamat yang akan menghapuskan dosa-dosanya.
    10. Mendapatkan rahmat dari Arhamur Rahimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Barangsiapa yang tidak memiliki salah satu sebab dari sebab-sebab yang bisa menghapuskan dosa-dosa ini, janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ
    “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya ini adalah amalan-amalanmu. Aku menghitungnya untukmu kemudian Aku membalasinya untukmu. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain daripada itu maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri.”

    (Diambil dari Risalah Tuhfatul ‘Iraqiyah fi A’malil Qalbiyyah hal. 32-33, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu)
     

    sumber : http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=911




    Artikel Tauhid & Aqidah Lainnya
      Arsip Artikel
       
         
         
           
           
           
    Home | Kontak | Profil | Kirim Pesan | Sitemap | Web Master | Toko Muslim| Kerja keras adalah energi kita